Artfests 500 logo
sistem Pemilu 2019

Jelang Sistem Pemilu Serentak 2019, PKS Temukan 25 Juta Pemilih Ganda

Salah satu tantangan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 adalah transparansi data. Mengingat proses pemilihan dilakukan untuk lima jenis surat suara, kecurangan berpeluang besar terjadi di banyak tempat. Baru-baru ini PKS, sebagai salah satu partai pengusung pasangan calon presiden Prabowo dan wakil Sandiaga Uno, membeberkan temuannya terkait pemilih ganda. Tidak tanggung-tanggung ada 25 juta pemilih ganda.

Pemilih ganda pada DPS KPU

Persiapan sistem pemilu 2019 mau tidak mau membuat banyak pihak harus bekerja keras. Salah satunya dalam menyiapkan sarana dan prasarana teknis saat proses pemungutan suara berlangsung. Tidak kalah penting adalah persiapan sebelum pemungutan suara, yakni melakukan pendataan pada pemilih sementara dari seluruh wilayah Indonesia.

KPU sebagai pihak yang bertindak mengurusi daftar pemilih, sampai hari ini masih terus merangkum daftar pemilih sementara (DPS). Namun dari daftar pemilih sementara ini, beberapa pihak menemukan pemilih ganda. PKS sebagai salah satu yang membeberkan adanya pemilih ganda sebanyak 25 juta orang yang dianggap sebagai sumber kecurangan.

Digandakan hingga sebelas kali

Pihak PKS melalui perwakilannya Mustafa Kamal menjelaskan bahwa temuan ini bukanlah sekedar mencari sensasi semata. Namun dari DPS yang dimiliki KPU, Partai Keadilan Sejahtera melakukan penelitian dan menemukan banyak kejanggalan. Salah satunya adanya identitas ganda yang dapat berpeluang kecurangan dalam sistem pemilu 2019 mendatang.

Mustafa kembali menambahkan jika sampai saat ini, DPS KPU memuat sebanyak 137 juta daftar pemilih sementara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 juta identitas telah digandakan. Tidak hanya satu kali, bahkan satu identitas telah digandakan sebanyak 11 kali. Mustafa juga menambahkan jika KPU perlu melakukan pemutakhiran data pemilih.

Jumlah DPS KPU bertambah

Jumlah DPS KPU terakhir yang telah diperbarui adalah 185 juta pemilih. Sampai saat ini daftar pemilih paling baru tersebut belum dibagikan kepada partai-partai pendukung kedua calon presiden dan wakil presiden. PKS sendiri mengklaim jika temuan pemilih ganda didapatkannya dari DPS KPU lama yang masih memuat 137 juta pemilih.

Atas temuan pemilih ganda ini, PKS menginginkan adanya klarifikasi dari KPU. Mengingat data DPS ini dikelola dan dirangkum oleh KPU sebagai komisi penyelenggaraan pemilu serentak 2019. Mustafa menginginkan KPU menunda terlebih dahulu penetapan daftar pemilih tetap (DPT) sampai masalah pemilih ganda ini dapat diselesaikan.

Pertemuan KPU dan perwakilan partai politik

Temuan pemilih ganda yang dibeberkan PKS ini menjadi salah satu masalah klasik setiap kali pemilu digelar. Kali ini temuan pemilih ganda ini kembali didapatkan dari DPS milik KPU. Berbagai pihak mengingatkan jika masalah pemilih ganda ini tidak dapat diselesaikan KPU, dikhawatirkan akan mencederai semangat transparansi dan jujur dalam sistem pemilu 2019.

KPU sendiri menjanjikan akan mengadakan pertemuan dengan semua perwakilan partai politik sebelum menetapkan DPT. Salah satu perwakilan partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan jika KPU harus memberi partai waktu untuk melakukan verifikasi. Dengan demikian sistem pemilu serentak 2019 terhindar dari kecurangan pemilih ganda.