Artfests 500 logo
Ilustrasi pembuatan video animasi

Pentingnya storyboard dalam video animasi

Jika tertarik dengan pembuatan video animasi, cepat atau lambat kita akan menemukan istilah storyboard. Dikatakan sebelum membuat video animasi itu, kita perlu membuat storyboard agar video kita memiliki arahan yang jelas. Kalaupun tidak membuat animasi sendiri, ketika memakai jasa video animasi misalnya, sang pembuat video sering mempresentasikan storyboard kepada kita untuk kemudian dievaluasi. Ini karena storyboard akan menjadi acuan yang penting dalam pembuatan video.

Storyboard pada intinya adalah cara seorang pembuat video untuk memberikan gambaran ide di kepalanya seperti apa jalannya video. Pembuatan video memakan waktu yang tidak sedikit dan sering ada banyak orang yang terlibat. Mengomunikasikan ide gambaran video ini memerlukan storyboard.

Storyboard secara sederhana adalah board (papan) untuk cerita kita. Karena tidak mudah mengomunikasikan sebuah ide video hanya dengan kata-kata saja, pesan visual dibutuhkan. Storyboard berbentuk seperti sebuah komik dan memuat detil seperti seorang tokoh berbicara dengan siapa, di mana dia berada, bagaimana suasana adegan, hingga sudut dari mana yang harus direkam kamera. Meski seperti komik, storyboard tidak memiliki gelembung dialog, yaitu cara visual komik menyampaikan apa-apa saja yang tokoh tertentu bicarakan. Sering dialog-dialog itu tidak dimasukkan dalam detail storyboard, karena yang penting ditunjukkan dalam sebuah storyboard adalah elemen visual.

Elemen visual itu tidak hanya sekedar bagaimana penempatan objek-objek di video. Sering juga diberikan tanda-tanda panah yang menunjukkan gerakan zooming atau panning kamera. Zooming mengacu pada perbesaran gambar atau pengecilan sementara panning adalah pergerakan kamera yang mengikuti sebuah garis lurus.

Dengan keberadaan storyboard seorang animator bisa memaparkan interpretasinya terhadap sebuah adegan. Dengan storyboard, seorang animator sudah memiliki acuan yang jelas mengenai sudut kamera yang akan digunakan, pergerakan kamera, dan bagaimana suatu action dalam animasi akan dimainkan.

Namun hati-hati, keberadaan storyboard selain merupakan sebuah alat bantu yang penting, bisa menjadi sebuah hambatan juga. Untuk proyek-proyek personal, storyboard malah bisa menghambat dan membatasi kreasi animasi. Lagipula, jika seorang animator sudah memiliki ide yang jelas, mungkin dirasa tidak perlu untuk menyusunnya sejak awal. Langsung saja pada proses pembuatan.

Di sisi lain, ada animator yang suka untuk menyusun semuanya dari awal. Dengan storyboard, gambarannya sudah lebih jelas dan dapat diperkirakan juga lama sebuah video atau adegan tertentu. Namun, dalam kasus pemakaian jasa video animasi, storyboard bisa dibilang sangat perlu karena di sana ada sebuah komunikasi yang jelas antara animator dengan pemakai jasa. Jangan sampai proses produksi sudah berjalan terlalu jauh, sang klien jasa video animasi ternyata salah paham dengan apa yang mau dibuat oleh animator.